Latihan ini lebih asik kalau dilakukan juga sama temanmu. Kamu bisa saling ganti peran siapa yang menyampaikan informasi dan siapa yang akan mengkritisi informasi tersebut!

Pikirkanlah tentang suatu hal yang baru saja diberitahu seseorang kepadamu. Lalu, tanyakanlah kepada dirimu sendiri sejumlah pertanyaan berikut:

  • Siapa yang mengatakannya?
    Apakah yang mengatakan ini adalah seseorang yang kamu tahu? Seseorang yang memiliki wewenang atau kekuasaan? Apakah penting untuk tahu siapa yang mengatakannya?
  • Apa yang dikatakan?
    Apakah yang dikatakan adalah fakta atau opini? Apakah keseluruhan fakta ikut disampaikan? Apakah ada hal yang dilewatkan atau tidak katakan?
  • Di mana informasi itu disampaikan?
    Apakah informasi disampaikan di ruang terbuka atau tertutup? Apakah orang lain memiliki kesempatan untuk menanggapi atau memberikan alternatif dari informasi tersebut?
  • Kapan informasi itu disampaikan?
    Apakah sebelum, selama, atau sesudah sesuatu yang penting terjadi? Apakah waktu penyampaian berpengaruh terhadap kualitas informasi ini?
  • Mengapa informasi ini disampaikan?
    Apakah orang yang menyampaikan memberikan alasan dari informasi ini? Apakah informasi yang disampaikan membuat orang lain terlihat baik atau buruk?
  • Bagaimana informasi disampaikan?
    Apakah informasi disampaikan dengan gembira, marah, sedih, atau acuh tak acuh? Apakah mereka menuliskan atau mengatakannya secara langsung? Apakah kamu dapat memahami betul-betul apa yang disampaikan?

Selain mengasah kemampuan kita bertanya ketika mendapat informasi, kita juga bisa mengasah kemampuan berpikir kritis dengan menerapkan membiasakan diri melakukan hal-hal seperti di bawah ini:

  • Memberikan jeda untuk berpikir

    Luangkanlah waktu sebentar ketika kita menerima sebuah informasi, biarkanlah pikiran kita mengembara terlebih dahulu untuk mencerna informasi tersebut, rasakan sensasi dari pengembaraan pikiran tersebut.

  • Buatlah analogi sederhana

    Biasakan diri kita untuk membuat perumpamaan ketika mendapat informasi, bisa dalam bentuk cerita, simbol, atau fenomena alam. Seperti “Berita ini seperti kebakaran hutan - hanya membuat kita emosi dan tidak menghasilkan apapun selain rasa marah”

  • Buatlah mind-map

    Membuat mind-map adalah kebiasaan yang sangat bagus untuk dapat berpikir kritis. Hal ini bisa kita lakukan dengan membedah informasi yang kita dapatkan, seperti mencari tahu tujuan informasi tersebut dibuat, apakah menyerang seseorang, siapa yang dirugikan atau diuntungkan dari informasi tersebut, apakah informasi tersebut bisa berguna untuk kita, dan apakah informasi tersebut mengedukasi kita atau hanya membuat kita emosi, serta hal-hal lain.

  • Menulis 500 kata

    Biasakan menuliskan pemahaman kita terhadap informasi yang kita terima hingga mencapai 500 kata tanpa mengedit atau menyensor diri sendiri. Terkadang menuliskan kata-kata dari kepala kita ke sebuah kertas menciptakan lebih banyak ruang untuk kita berpikir dan menganalisis informasi

  • Berpikir seperti orang lain

    Cobalah bermain peran dan berpikir seperti orang lain. Tanyakan apa respon yang akan diambil orang lain ketika mendapat sebuah informasi. Misal respon seorang guru, respon orang tua, respon seorang presiden ketika mendapatkan informasi tertentu.

  • Pikirkan sesuatu yang bertentangan

    Coba juga untuk berpikir bertentangan, misalnya jika banyak orang biasanya berpikir A ketika mendapat informasi, kemudian bayangkan sebuah skenario di mana kita memikirkan hal yang sebaliknya.